Rabu, 04 Mei 2011

Hipotesis Penelitian Kuantitatif

Selama saya berkecimpung di dunia kampus dan kependidikan, seringkali saya temui para mahasiswa yang sedang menyusun proposal skripsi (termasuk saya) kebingungan mengenai bagaimana menyusun hipotesis penelitian. Padahal, penyusunan hipotesis penelitian adalah salah satu kunci keberhasilan penyusunan proposal skripsi selain latar belakang masalah, dan kajian teori. Secara umum, hipotesis penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori. Untuk penelitian kuantitatif, hipotesis yang digunakan adalah hipotesis statistik, artinya hipotesis tersebut harus diuji menggunakan kaidah-kaidah statistika. Sedangkan untuk penelitian kualitatif, contohnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hipotesis yang digunakan adalah hipotesis tidakan dan tidak perlu diuji menggunakan kaidah-kaidah statistika. Kali ini, yang akan saya ulas adalah hipotesis statistik untuk penelitian kuantitatif (untuk ke depannya, cukup saya sebut hipotesis). Dalam suatu penelitian kuantitatif, hipotesis statistik yang dirumuskan ada dua bentuk, yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Secara umum, hipotesis untuk penelitian kuantitatif dibagi menjadi tiga jenis: Hipotesis Deskriptif, Hipotesis Komparatif, dan Hipotesis Asosiatif.


Hipotesis Deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah dugaan sementara yang mengenai nilai suatu variabel, tidak menyatakan hubungan ataupun perbandingan. Ingat, hanya mengenai nilai suatu variabel. Statistika yang digunakan untuk menguji hipotesis dekriptif adalah uji rata-rata sampel atau uji mean. Sudah disebutkan di atas bahwa hipotesis itu dirumuskan berdasarkan rumusan masalah dan kajian teori. Berikut ini adalah beberapa contoh rumusan masalah (RM), hipotesis (H).
RM : seberapa persen penguasaan guru matematika SMP dalam pokok bahasan himpunan ?
H : penguasaan guru matematika SMP dalam pokok bahasan himpunan mencapai 70%.

RM : seberapa baik penguasaan materi kelas X oleh siswa kelas XI ?
H : penguasaan materi kelas X oleh siswa kelas XI mencapai 75%.


Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif adalah dugaan sementara yang membandingkan nilai dua variabel. Artinya, dalam hipotesis komparatif, kita tidak menentukan dengan pasti nilai variabel yang kita teliti, tetapi membandingkan. Berarti, ada dua variabel yang sama, tetapi beda sampel. Statistika yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif ini adalah (dengan asumsi normalitas terpenuhi) menggunakan uji-t atau uji-t’. Tetapi sebelumnya, harus diuji dulu normalitas dan homogenitasnya.
Berikut ini beberapa contoh rumusan masalah (RM), hipotesis (H).
RM : apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran X lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran Y?
H : kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran X lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran Y.

RM : apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar pada siang hari lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar pada pagi hari?
H : tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar pada siang dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar pada pagi hari.
Dua contoh hipotesis di atas sedikit berbeda. Pada hipotesis pertama, kita meng-klaim bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran X lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa yang mendapat pembelajaran Y. Sedangkan pada hipotesis yang kedua, tidak ada klaim sepihak bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar pada siang hari lebih baik atau lebih buruk. Kita hanya menyatakan bahwa terdapat perbedaan. Masalah mana yang lebih baik, itu bukan urusan hipotesis ini. Hipotesis yang pertama hipotesis uji satu pihak, sedangkan hipotesis yang kedua disebut hipotesis uji dua pihak.


Hipotesis Asosiatif
Hipotesis asosiatif adalah dugaan yang menyatakan hubungan antar dua variabel, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Statistika yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif ini adalah (dengan asumsi normalitas terpenuhi) menggunakan Korelasi Product Momen, Korelasi Ganda, atau Korelasi Parsial.
Berikut ini adalah contoh rumusan masalah (RM), hipotesis (H).
RM : apakah terdapat hubungan antara prestasi belajar siswa dengan tingkat kecamasan siswa?
H : terdapat hubungan negatif antara prestasi belajar siswa dengan tingkat kecamasan siswa.

RM : apakah terdapat hubungan antara hasil belajar siswa dengan pengaturan tempat duduk?
H : terdapat hubungan positif antara prestasi belajar siswa dengan tingkat kecamasan siswa.
Pada hipotesis pertama terdapat kata-kata ’hubungan negatif’. Hubungan negatif artinya berbanding terbalik. Maksudnya jika tingkat kecemasan siswa tinggi, maka prestasi belajar siswa rendah. Sedangkan pada hipotesis kedua terdapat kata-kata ’hubungan positif’. Hubungan positif artinya berbanding lurus. Maksudnya jika pengaturan tempat duduk baik, maka hasil belajar siswa tinggi.


Penjelasan di atas hanya sepintas mengenai hipotesis untuk penelitian kuantitatif. Untuk referensi lanjut yang lebih komprehensif, saya sarankan untuk membaca buku karangan Prof Sugiyono dengan judul STATISTIKA UNTUK PENELITIAN terbitan ALFABETA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar